Wednesday, January 18, 2017

CPI & ConocoPhilips capai kesepakatan jual beli gas

May 12, 2010 by  
Filed under BBG

Chevron Pacific Indonesia dan ConocoPhilips telah mencapai kesepakatan jual beli gas dengan volume 400 MMscfd dan biaya tollfee sebesar US$0,47 per juta Btu.

Pembahasan perjanjian jual beli gas antara Chevron Pacific Indonesia dan ConocoPhilips telah tuntas dengan kesepakatan volume tetap sekitar 400 MMscfd dan biaya tollfee sebesar US$0,47 per juta Btu.

Sumber Bisnis di Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi yang terlibat dalam proses pembahasan itu mengatakan seluruh pihak sudah ada kesepakatan mengenai perjanjian jual beli gas (gas sales agreement/GSA) antara CPI dan ConocoPhilips tersebut yang ditandatangani pada 18 Mei.

Dengan demikian, tuturnya, pemerintah sudah benar-benar bisa menjadikan minyak Duri sebanyak 50.000 bph yang semula di-swap dengan gas ConocoPhilips menjadi lifting minyak.

“Itu bisa masuk dalam perhitungan bagian pemerintah dan investor. Selama ini kan diswap. Pemerintah bisa mendapatkan gain dari perubahan perjanjian swap menjadi jual beli tersebut,” katanya hari ini.

Lebih lanjut dia mengatakan pemerintah akan mendapatkan keuntungan tambahan sekitar US$200 juta per tahun, menyusul adanya perbedaan harga minyak dan gas setara barel minyak yang diperjual belikan.

“Harga gasnya kan kalau dihitung-hitung berdasarkan formula dan biaya-biaya tambahan lainnya sekitar 70%–75% terhadap harga minyak mentah. Jadi pemerintah dapat penerimaan baru dari selisih itu, sekitar US$200 juta per tahun.”

Dalam kesepakatan itu, katanya, didalamnya termasuk ditetapkannya volume gas dari COnocoPhilips ke CPI sekitar 400 MMscfd.

Jumlah itu, tuturnya, diakui lebih tinggi dibandingkan dengan kontrak dalam perjanjian sebelumnya yang ditetapkan sebesar 322 MMscfd.

“Totalnya sekitar 400 MMscfd, ya kira-kira samalah dengan tingkat pengiriman gas ke Chevron tahun lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait dengan besaran biaya sewa pipa Grissik-Duri yang juga termasuk dalam perjanjian jual beli itu, sumber tersebut mengatakan berdasarkan kesepakatan antarbisnis (business to business)besarnya US$0,47 per juta Btu.

Hanya saja, katanya, kesepakatan itu baru akan aktif apabila sudah ada persetujuan dari Badan Pengatur Hilir Migas selaku pihak yang berwenang.

“B to B-nya segitu [US$0,47 per juta Btu]. Tetapi kami sudah sampaikan besaran tollfee itu baru berlaku setelah ada ketetapan BPH Migas. Selama belum ada ketetapan baru, maka tollfee masih bisa menggunakan yang lama,” katanya.

Ketika dihubungi Bisnis, Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas BP Migas Agus Suryono mengaku belum bisa memberikan konfirmasi mengenai hal itu.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.