Monday, May 22, 2017

BPH Migas akan Menindak ConocoPhilips

March 17, 2010 by  
Filed under BBG

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi akan menindak ConocoPhilips apabila perusahaan asal Amerika Serikat itu tidak mengindahkan kesepakatan untuk segera menyelesaikan masalah tollfee ruas pipa transmisi gas Grissik-Singapura.

Anggota Komite BPH Migas Jugi Prajogio mengatakan dua pekan lalu instansinya telah mempertemukan PT Transportasi Gas Indonesia sebagai transporter gas dan ConocoPhilips sebagai salah satu shipper. Dalam pertemuan itu disepakati ConocoPhilips akan mempelajari data yang terkait dengan kenaikan investasi dalam jangka waktu 1,5 bulan.

“Data dari TGI akan diberikan ke ConocoPhilips setelah surat permintaan resmi dari ConocoPhilips diterima. Masalahnya, informasi yang kami terima dari TGI, ConocoPhilips belum melayangkan surat permintaan data dari TGI,” tuturnya kepada Bisnis hari ini.

Dengan kondisi tersebut, dia menilai ConocoPhilips kurang mengindahkan kesepakatan yang sudah ditetapkan di Bogor tersebut dan BPH Migas akan bertindak setelah ada laporan resmi dari TGI. “Jika kesepakatan tidak diindahkan, dengan dasar surat dari TGI maka BPH akan membuat surat teguran ke ConocoPhilips dengan tembusan ke Kepala BP Migas,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Jugi, BPH Migas sangat dimungkinkan untuk menetapkan tarif sewa atau tollfee Grissik-Singapur apabila tidak ada tindakan nyata dari pihak shipper. “Kami khawatir BPH Migas dinilai lalai oleh transporter dalam menunaikan kewenangannya sesuai amanat undang-undang.”

Pembahasan mengenai tollfee Grissik-Singapura terjadi setelah TGI meminta penyesuaian dari US$0,69 per juta Btu menjadi US$1,32 per juta Btu pascainvestasi baru berupa perbaikan pipa dan pemasangan kompresor di Jabung. Total investasi yang dikeluarkan oleh TGI ditaksir mencapai US$170 juta, sehingga menjadikan nilai internal rate of return (IRR) proyek menjadi tidak berimbang dibandingkan dengan weighted average cost of capital (WACC).

Namun, penyesuaian itu dikhawatirkan oleh pemangku kepentingan hulu akan meningkatkan cost recovery karena berdasarkan gas transportation agreement (GTA) dengan konsumen Singapura, titik serah gas berada di titik plant gate Singapura. Pemerintah dan BPH Migas sebelumnya telah menyatakan ada kesepakatan yang tinggal menunggu persetujuan Menteri ESDM bahwa titik serah gas dipindahkan dari Singapura ke Indonesia. Belakangan, ConocoPhilips menolak rencana tersebut.

Hal senada juga dinyatakan Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ditjen Migas Edy Hermantoro yang mengatakan pemerintah menghendaki agar biaya tollfee, termasuk pipa Grissik-Duri, tidak dinaikkan karena akan membebani biaya cost recovery. Dirut TGI Irwan Tascha mengatakan perusahaan dan ConocoPhilips sejauh ini masih berunding dengan ConocoPhilips. Menurut dia, beberapa hal terkait teknis sudah disepakati oleh kedua belah pihak. “Namun soal nilai tollfee masih dalam perundingan,” katanya

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.