Saturday, October 21, 2017

BP Migas minta konsumen domestik diberi akses

May 20, 2010 by  
Filed under BBM

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mengusulkan agar konsumen domestik diberi akses lebih mudah untuk mendapatkan gas bagian pemerintah agar harga bisa lebih murah.

Kepala BP Migas R. Priyono mengatakan dalam kontrak bagi hasil, terdapat dua bagian gas. Yaitu kontraktor dan pemerintah dalam bentuk in kind. Apabila konsumen domestik ingin harga yang lebih murah, alternatif paling mudah adalah dengan mendapatkan gas yang menjadi bagian pemerintah.

“Kalau mau harga lebih murah, ambil saja bagian pemerintah dan jangan ambil bagian kontraktor. Karena kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) juga memiliki hak untuk mendapatkan harga dan keuntungan yang layak, sebagaimana juga konsumen, seperti PLN dan PGN yang juga mencari keuntungan,” katanya hari ini.

Secara prinsip, tuturnya, pihak yang paling berhak memberikan subsidi adalah pemerintah, dan bukan menjadi tanggungan KKKS yang kegiatannya adalah berbisnis. Kewenangan BP Migas, tuturnya, melindungi investor yang berinvestasi di Indonesia agar berbisnis secara sehat.

“Kami memiliki banyak contoh, apabila harga gasnya terlalu rendah mungkin akan sulit untuk mencapai keekonomian. Kalau tidak ada harga yang fair, tidak ada investasi untuk eksplorasi,” katanya.

Tentang kemungkinan adanya kebijakan harga gas yang lebih pro pasar, Dirjen Migas Evita Herawati Legowo mengatakan pemerintah dan para pihak terkait akan membahasnya dalam waktu dekat.

Menurut dia, transparansi menjadi landasan pertimbangan bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan harga gas ke depan. Namun, Evita tidak sepakat dengan adanya pandangan bahwa selisih harga antara ekspor dan harga domestik sebagai potential loss bagi perusahaan.

“Mungkin tidak bisa juga dikatakan potential loss. Akan tetapi harus diakui kalau dibandingkan dengan ekspor, harga  itu masih lebih rendah. Untuk itulah pentingnya transparansi dalam hal ini.”

Dirut PGN Hendi P. Santoso mengatakan perusahaan sebagai konsumen menyadari sepenuhnya akan pentingnya kesehatan usaha di sektor hulu migas. Untuk itu, tuturnya, dalam setahun terakhir perusahaan telah membeli gas dengan harga lebih tinggi, yaitu sekitar US$5,2—US$5,4 per juta Btu.

“Ini karena kami sadari kalau di hulu tidak sehat, bisnis kami di hilir pun tidak sehat. Dalam setahun terakhir kami sudah teken kontrak baru dengan harga di atas US$5 per juta Btu,” jelasnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.