Friday, January 20, 2017

BP Migas Optimistis Capai Target Lifting 965 Ribu Bph

March 30, 2010 by  
Filed under BBM

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) tetap optimistis target lifting minyak mentah sebesar 965.000 barel per hari (bph) yang ditetapkan pemerintah dalam APBN-2010 tetap tercapai kendati hingga akhir kuartal I baru menyentuh level 953.000 bph.

“Rata-rata produksi minyak bumi dari Januari hingga akhir Maret 2010 sekitar 953.000 bph. Jumlah tersebut, termasuk memperhitungkan produksi kondensat sebanyak 145.000 bph,” ujar Kepala Dinas Hubungan Masyarakat dan Hubungan Kelembagaan BP Migas Sulistya Hastuti Wahyu.

Menurut Sulis, realisasi produksi sangat tergantung pada kondisi peralatan penunjang produksi yang sebagian besar telah memasuki usia tua dan membutuhkan investasi tambahan untuk pemeliharaan ataupun penggantiannya.

“Hal itu, dibuktikan oleh hasil produksi pada awal tahun yang sempat menyentuh level 970.000 bph. Bila semua peralatan berjalan seperti yang direncanakan, potensi produksi minyak mencapai 975.000 bph. Terbukti pada awal tahun, produksi pernah menyentuh 970 ribu barel,” ujar Sulis.

Kendati tingkat produksi masih terpaut sekitar 12.000 bph dari target, BP Migas masih optimistis target lifting minyak yang ditetapkan pemerintah sebesar 965.000 bph bisa tercapai. Bahkan, untuk produksi gas bumi kini jauh berada di atas target APBN 2010 yang ditetapkan sebanyak 7.758 mmscfd.

“BP Migas optimis target produksi minyak yang ditetapkan pemerintah sebesar 965.000 bph bisa tercapai. Begitu pula dengan target produksi gas bumi yang hingga akhir Maret 2010 produksi mencapai 8.776 mmscfd dari target 7.758 mmscfd,” ujarnya.

Terkait sikap optimisme BP Migas itu mengisyaratkan tidak perlunya perubahan asumsi lifting dalam APBN-P 2010, menurut Sulis BP Migas masih tetap optimistis bahwa target pemerintah tetap tercapai.

“Silakan simpulkan sendiri,” tukas Sulis.

Dia juga mengatakan target pendapatan Negara dari sektor hulu migas sebesar US$19,98 miliar. Namun, tuturnya, realisasi penerimaan tersebut juga bergantung pada rata-rata harga minyak mentah, yang dalam RAPBN-P 2010 ditetapkan US$77 per barel.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hingga kini pemerintah memang masih mengacu pada asumsi lifting yang telah ditetapkan sebelumnya dalam APBN.

Menurut Sri Mulyani perubahan asumsi dimungkinkan apabila terdapat rekomendasi dari kementerian teknis dan BP Migas.

“Bila Kementerian teknis [ESDM] bilang realisasi lifting pada 2010 ini mencapai 965.000 bph dan belum direvisi ke bawah, kami harus tetap pakai angka itu. Yang jelas, sudah sering kami sampaikan, setiap kurang dari 10.000 bph, menimbulkan risiko fiskal Rp3 triliun,” ujarnya.

Pihak BP Migas sendiri mengklaim telah menjalankan beberapa kebijakan untuk mendongkrak produksi, seperti percepatan proses persetujuan work program and budget (WP&B), authorization for expenditure (AFE), dan plan of development (PoD). Kini, proses WP&B hanya 25 hari kerja, PoD memakan waktu 31 kerja, dan AFE diperkirakan berkisar 23 sampai 48 hari kerja.

“Selain itu, BP Migas mendorong kontraktor untuk melaksanakan infill drilling pada sumur-sumur produksi dan pemeliharaan peralatan bagi fasilitas-fasilitas produksi yang sudah tua untuk mengurangi penghentian tak terjadwal operasi produksi (unplanned shutdown) peralatan penunjang produksi,” ujar Sulis.

Tahun lalu, berdasarkan catatan BP Migas, unplanned shutdown terjadi hingga 197 kali, belum termasuk gangguan-gangguan lain terkait keamanan dan pencurian peralatan.

Menurut Deputi Perencanaan BP Migas Haposan Napitupulu, idealnya anggaran eksplorasi bisa mencapai 25% dari total anggaran yang dibuat KKKS.

“Minimnya anggaran eksplorasi harus menjadi perhatian utama dan harus kita tingkatkan hingga 15% sampai 25% dari total anggaran dan harus terus mencari strategi-strategi baru eksplorasi,” ujar Haposan

Sementara itu, menurut Kepala BP Migas R. Priyono peningkatan anggaran untuk kegiatan eksplorasi itu memang diperlukan untuk cadangan migas baru.

“Saat ini, rata-rata anggaran eksplorasi KKKS hanya sebesar 15%, yang jumlahnya lebih rendah dari anggaran administrasi umum. Padahal anggaran itu penting untuk penemuan cadangan-cadangan baru migas baik di lapangan baru maupun di lapangan existing,” pungkas Priyono.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.