Sunday, January 22, 2017

BP Migas masih yakin target lifting minyak mentah tercapai

March 29, 2010 by  
Filed under BBM

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi tetap optimistis target lifting  minyak mentah sebesar 965.000 barel per hari (bph) yang ditetapkan pemerintah dalam APBN-2010 tetap tercapai kendati hingga akhir kuartal I baru menyentuh level 953.000 bph.

Kepala Dinas Hubungan Masyarakat dan Hubungan Kelembagaan BP Migas Sulistya Hastuti Wahyu mengatakan rata-rata produksi minyak bumi dari Januari hingga akhir Maret 2010 sekitar 953.000 bph. Jumlah tersebut, tuturnya, termasuk memperhitungkan kondensat sebanyak 145.000 bph.

Menurut dia, realisasi produksi sangat tergantung pada kondisi peralatan penunjang produksi yang sebagian besar telah memasuki usia tua dan membutuhkan investasi tambahan untuk pemeliharaan ataupun penggantiannya. Hal itu, katanya, dibuktikan oleh hasil produksi pada awal tahun yang sempat menyentuh level 970.000 bph.

“Bila semua peralatan berjalan seperti yang direncanakan, potensi produksi minyak mencapai 975.000 bph. Terbukti pada awal tahun, produksi pernah menyentuh 970 ribu barel,” katanya dalam siaran pers akhir pekan lalu.

Kendati tingkat produksi masih terpaut sekitar 12.000 bph dari target, Sulis mengatakan BP Migas masih optimistis target lifting minyak yang ditetapkan pemerintah sebesar 965.000 bph bisa tercapai. Bahkan, untuk produksi gas bumi kini jauh berada di atas target APBN 2010 yang ditetapkan sebanyak 7.758 mmscfd.

“BP Migas optimis target produksi minyak yang ditetapkan pemerintah sebesar 965.000  bph bisa tercapai. Begitu pula dengan target produksi gas bumi yang hingga akhir Maret 2010 produksi mencapai 8.776 mmscfd dari target 7.758 mmscfd,” ujarnya.

Ketika ditanya sikap optimisme BP Migas itu mengisyaratkan tidak perlunya perubahan asumsi lifting dalam APBN-P 2010, Sulis hanya mengatakan,”BP Migas masih tetap optimistis bahwa target pemerintah tetap tercapai. Silakan simpulkan sendiri.”

Dia juga mengatakan target pendapatan Negara dari sektor hulu migas sebesar US$19,98 miliar. Namun, tuturnya, realisasi penerimaan tersebut juga bergantung pada rata-rata harga minyak mentah, yang dalam RAPBN-P 2010 ditetapkan US$77 per barel.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hingga kini pemerintah memang masih mengacu pada asumsi lifting yang telah ditetapkan sebelumnya dalam APBN. Menurut dia, perubahan asumsi dimungkinkan apabila terdapat rekomendasi dari kementerian teknis dan BP Migas.

“Bila Kementerian teknis [ESDM] bilang realisasi lifting pada 2010 ini mencapai 965.000 bph dan belum direvisi ke bawah, kami harus tetap pakai angka itu. Yang jelas, sudah sering kami sampaikan, setiap kurang dari 10.000 bph, menimbulkan risiko fiskal Rp3 triliun,” katanya baru-baru ini.

Sulistya mengatakan BP Migas telah menjalankan beberapa kebijakan untuk mendongkrak produksi, seperti percepatan proses persetujuan work program and budget (WP&B), authorization for expenditure (AFE), dan plan of development (PoD). “Kini, proses WP&B hanya 25 hari kerja, PoD memakan waktu 31 kerja, dan AFE diperkirakan berkisar 23 sampai 48 hari kerja.”

Selain itu, BPMIGAS mendorong kontraktor untuk melaksanakan infill drilling pada sumur-sumur produksi dan pemeliharaan peralatan bagi fasilitas-fasilitas produksi yang sudah tua untuk mengurangi unplanned shutdown peralatan penunjang produksi. Tahun lalu, berdasarkan catatan BP Migas, unplanned shutdown terjadi hingga 197 kali, belum termasuk gangguan-gangguan lain terkait keamanan dan pencurian peralatan.

Sementara itu, Kepala BP Migas R. Priyono mengatakan dalam upaya peningkatan cadangan migas baru, pihaknya mengharapkan adanya peningkatan anggaran untuk kegiatan eksplorasi. Saat ini, tuturnya, rata-rata anggaran eksplorasi KKKS hanya sebesar 15%, yang jumlahnya lebih rendah dari anggaran administrasi umum.

“Ke depan, anggaran eksplorasi harus ditingkatkan untuk diarahkan pada penemuan cadangan-cadangan baru migas baik di lapangan baru maupun di lapangan existing,” katanya.

Deputi Perencanaan BP Migas Haposan Napitupulu menambahkan idealnya anggaran eksplorasi bisa mencapai 25% dari total anggaran yang dibuat KKKS. “Minimnya anggaran eksplorasi harus menjadi perhatian utama dan harus kita tingkatkan hingga 15% sampai 25% dari total anggaran dan harus terus mencari strategi-strategi baru eksplorasi.”

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.