Monday, May 29, 2017

Biji Nyamplung Alternatif Bahan Bakar Nabati (BBN)

May 13, 2010 by  
Filed under Alternatif

JAKARTA. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (DJLPE), melalui Program Stimulus Desa Mandiri Energi (DME), melakukan pengadaan dan pemasangan mesin BBN berbasis Nyamplung di beberapa daerah. Salah satunya di Desa Bulu Agung, Kecamatan Silir Agung, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur yang ditinjau oleh Kepala Subdit Bimbingan Teknis Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, M. Sjachdirin bersama Ranto, Staf Subdit Bimbingan Teknis, pada 24-25 April 2010 lalu.

Program itu dimulai dengan melakukan sosialisasi proyek Nyamplung ke instansi terkait dan masyarakat setempat sejak Agustus 2009. Selanjutnya pihak Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Kehutanan yang menyediakan bahan baku biji Nyamplung di atas lahan seluas 67 hektar milik Kesatuan Pemangku Hutan Perum Perhutani. Untuk pengambilan biji dari pohon sampai terkumpul dalam karung, program ini melibatkan warga sekitarnya.

Proyek itu juga dilengkapi sebuah gedung untuk bangunan pabrik biodiesel. Di dalam bangunan itu lah ditempatkan peralatan berupa sebuah mini plant compact  yang berkapasitas 250 liter per hari. Peralatan itu terdiri dari mesin pemecah, alat pengukus, pengering dan pengepres, pembuatan tangki reaktor dan peralatan lain seperti motor penggerak, belt, panel dan lain-lain. Di dalam program ini terdapat pula pelatihan pembibitan, praktek penanaman hingga pelatihan operator pabrik.

Pada 1 Oktober 2009 telah terbentuk Lembaga DME “Sumber Makmur” Desa Buluagung dengan ketua Haryono dan sekretaris Fatkhur Rohman. Selanjutnya serah terima dari DJLPE kepada Kepala Desa Buluagung, Ipong Dermawan telah berlangsung 8 Desember 2009.

Sejak Januari hingga April, mesin telah berproduksi meski belum pada kapasitas penuh dengan bahan baku seadanya. Panen raya Nyamplung akan terjadi Mei-Juni ini sehingga dapat diperoleh produksi penuh. Dari 1 ton Nyamplung tadi bisa diperoleh 250 liter biodiesel dengan harga jual Rp 4.300 per liter. Untuk 100 liter biodiesel itu masih diperlukan 70 liter metanol.

Pemanfaatan biji Nyamplung sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN) memiliki keunggulan dibandingkan Jarak Pagar maupun Kelapa Sawit. Biji Nyamplung memiliki kekentalan melebihi minyak tanah serta kandungan minyak yang mencapai 50-70%. Kelebihan lainnya adalah, dapat berbuah sepanjang tahun, proses budidaya mudah serta proses pemanfaatannya tidak bersaing dengan kepentingan pangan.

energiterbarukan.net

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.