Tuesday, January 17, 2017

BHP belum ajukan perubahan saham Maruwai

April 13, 2010 by  
Filed under Coal

BHP Billiton-perusahaan tambang asal Australia belum mengajukan permohonan perubahan komposisi kepemilikan saham pada tujuh konsesi tambang Maruwai di Kalteng dan Kaltim kepada Pemerintah Indonesia karena masih menunggu penyelesaian persyaratan dan dokumen dari ketujuh perusahaan tersebut.

Konsekuensi itu, terkait dengan rencana pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) BHP Billiton dan PT Alam Tri Abadi, setelah 25% saham pada tujuh konsesi tambang Maruwai seluas 355.000 hektare diakuisisi oleh anak perusahaan PT Adaro Energy Tbk pada 31 Maret 2010.

Lima perusahaan itu di antaranya tersebar di Kalteng, yaitu di PT La­hai Coal, PT Maruwai Coal, PT Julai Coal, PT Kalteng Coal, dan PT Sumber Barito Coal. Adapun dua perusahaan lainnya di Kaltim, yakni PT Pariho dan PT Ratan Coal.

Indra Diannanjaya, Manajer Hubungan Eksternal BHP Billiton Indonesia, mengakui  hingga kini  manajemen perusahaan memang belum mengajukan permohonan perubahaan komposisi kepemilikan saham untuk menggarap Indonesian Coal Project (ICP) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Sama sekali belum ada permohonan. Itu [perubahaan kepemilikan saham] kan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak sekali persyaratan yang harus kami persiapkan. Kami hanya mengikuti aturannya saja,” ujarnya, hari ini.

Lagi pula, dia melanjutkan pihaknya juga harus mengumpulkan semua persyaratan dan kelengkapan dokumen perubahaan komposisi saham dari tujuh perusahaan pemegang izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) di proyek Maruwai.

Menurut dia, pada dasarnya proses transaksi jual-beli saham yang dilakukan bersama anak perusahaan Adaro tersebut tidak harus sepengetahuan pemerintah.

Hanya saja, jelas dia, pihaknya tetap akan mengajukan permohonan persetujuan perubahaan komposisi saham kepada Kementerian ESDM sebelum diteruskan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Semua persyaratan itu akan kami  ikuti, termasuk perubahaan ADART [Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga]nya. Jadi ga gampang. Secara internal, kami juga harus menyiapkan semua dokumentasinya sebelum ke BKPM. Itu memang perlu waktu, tetapi kami harapkan bisa selesai secepatnya,” tutur Indra.

Seperti diketahui, PT Alam Tri Abadi-anak perusahaan PT Adaro Energy Tbk, akhirnya berhasil mengakuisisi 25% saham di tujuh konsesi tambang batu bara Maruwai. Adapun 75% saham tetap dimiliki oleh BHP Billiton-perusahaan tambang asal Australia itu.

BHP Billiton dan anak perusahaan Adaro itu akan membentuk perusahaan patungan untuk Indonesian Coal Project (ICP). Kerja sama ini juga disetujui oleh BHP Minerals Holdings Pty Ltd dan BHP Minerals International Exploration Inc.

Direktur Jenderal Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi Kementerian ESDM Bambang Setiawan, sebelumnya mengisyaratkan setuju terhadap perubahan saham BHP Billiton pada proyek batu bara Maruwai tersebut.

“Saya lihat tidak ada masalah. Biasa-biasa saja. Saya memang belum menerima surat [perubahan komposisi kepemilikan saham] dari mereka [BHP Billiton], tetapi tidak ada masalah. Itu kan transaksi biasa,” ujarnya

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.