Monday, January 23, 2017

Bhakti Investama Akuisisi Tiga Blok Migas dan Dua Tambang Batu Bara

April 13, 2010 by  
Filed under BBG

Sektor bisnis minyak  dan gas bumi (migas) dan pertambangan nasional diannggap sebagai sektor yang paling menguntungkan. Perusahaan investasi PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) yang selama ini berkecimpung di sektor media, memperluas cakupan usaha dengan mengakuisisi 3 blok migas dan 2 wilayah kerja (WK) pertambangan batu bara tahun ini.

“Saat ini baru dua blok eksplorasi saja  dan satu blok produksi yang sudah diambil oleh perseroan yakni di Sumatra dan Papua. Targetnya tahun ini ada 4 blok yang akan dikauisisi. Ditargetkan total dari empat blok tersebut bisa mencapai 10 juta barel minyak,” ujar Director Oil Gas and Minning Division BHIT Irawan Budiono, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (12/4).

Menurut  Budiono, setidaknya, perseroan telah menandatangani perjanjian akuisisi mayoritas saham pada sebuah perusahaan lokal yang mengelola ladang minyak dan gas bumi (migas) di lepas pantai Papua.

“Pemegang saham lama akan tetap mempertahankan saham minoritasnya dan menjadi mitra lokal perseroan pada ladang migas di Papua ini. Namun, dirinya enggan mengelaskan berapa biaya yang dikeluarkan dan jumlah kepemilikan perseroan dalam mengakuisisi ladang migas tersebut,” ujar Budiono.

Setelah semua proses selesai, imbuhnya BHIT bersama mitra lokalnya akan segera melaksanakan program kerja yang disetujui oleh Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu (BP) Migas. “Kita akan mulai melakukan survei seismik pada tahun ini. Setelah itu, perseroan berencana mengebor satu sumur eksplorasi di tahun depan,” tukas Budiono.

Terkait ladang migas di Sumsel, perseroan sudah menyelesaikan studi bersama dan mengirim hasilnya ke BP Migas. BHIT dan mitra lokalnya kini sedang menunggu keputusan BP Migas yang diharapkan keluar paling lambat pertengahan tahun ini.

“Ladang migas di Sumsel ini sudah terbukti memiliki kandungan melimpah dengan akumulasi produksi hingga saat ini mencapai tiga miliar barel minyak. Namunkami masih belum bisa menjelaskan nama blok-blok tersebut karena masih bersifat tertutup (disclosure) terkait proses akusisi masih berjalan di Bursa Efek Indonesia (BEI),” ujar Budiono.

Menurutnya, perseroan telah memperkejakan tim manajemen dan profesional yang handal untuk mengoperasikan blok-blok itu. Ke depannya, BHIT saat ini sedang melaksanakan perundingan untuk mendapatkan blok migas yang sudah berproduksi dan diharapkan selesai secepatnya.

“Kami perkirakan ladang tersebut diperkirakan memiliki eksplorasi risiko sedang dengan potensi imbal hasil yang tinggi. Studi yang dilakukan mengindikasikan ladang itu memiliki cadangan yang telah memperhitungkan semua parameter risiko (risk case reserve) sebesar 50 juta barel minyak. Cadangan itu cukup besar dan jarang ditemukan di Indonesia,” ujar Budiono.

Sementara itu, 2 wilayah kerja (WK) pertambangan batu bara yang diakuisisi BHIT terletak di Kalimantan Selatan dengan target produksi hingga 50 juta ton tahun ini. “Kami mengincar WK pertambangan batu bara kualitas rendah (low rank) yang terbukti pasarnya sangat luas dan reserve-nya sangat besar di Indonesia. Kita menargetkan produksi 50 juta ton dari cadangan sedkitar 259 juta ton,” tutur Budiono.

Selain itu, ke depannya, imbuh Budiono, pihaaknya tidak menutup kemungkinan untuk ekspansi pada emas, CBM, nikel dan panas bumi.

Menurut Head of Investor Relations & Corporate Secretary BHIT Robert Satrya, sesuai skema program kerja Bhakti, mitra lokal mendapatkan Petroleum Rights dengan biaya sebesar US$ 87,4 juta selama tiga tahun. “Mitra lokal perseroan telah mendapatkan petroleum rights dengan program kerja dan biaya sebesar USD87,4 juta untuk periode tiga tahun. Program kerja tersebut termasuk pengeboran dua sumur eksplorasi dan survei seismik 2D. Studi yang dilakukan saat ini menunjukkan blok ini diperkirakan mempunyai cadangan terambil lebih dari satu miliar barel minyak,” papar Robert.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.