Sunday, October 22, 2017

Bekas Pejabat Pertamina Bantah Disuap Perusahaan Inggris

March 28, 2010 by  
Filed under BBM

Bekas Direktur Pengolahan Pertamina Suroso Atmomartoyo membantah dirinya menerima suap dari perusahaan pembuat timbal, Innospec Ltd pada periode 2002-2006. “Pada 2002 saya masih bertugas di Kilang Cilacap,” ujarnya ketika dihubungi wartawan, Jumat (26/3).

Ia mengatakan, setelah menjabat Direktur Pengolahan Pertamina pada 2006 dirinyalah yang menghentikan pasokan timbal itu. “Ketika saya tahu perjanjian itu, saya menghentikannya,” tutur Suroso.

Juru bicara Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan pihaknya belum mengetahui perihal kasus suap ini. “Kami perlu mengklarifikasi dulu proses pengadilannya,” katanya.

Seperti yang diberitakan, perusahaan penghasil timbal, Innospec Ltd asal Inggris, terbukti bersalah menyuap pegawai PT Pertamina (Persero) dan pejabat Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral pada 1999-2006. Pengadilan tata usaha Inggris, Southwark Crown, menjatuhkan vonis bersalah itu pada 18 Maret lalu dan penalti sebesar US$ 12,7 juta kepada perusahaan itu.

Dalam keputusan itu, Innospec terbukti menyuap pejabat Pertamina dan pemerintahan sebesar US$ 11,7 juta pada 14 Februari 2002-31 Desember 2006. Nama mantan Direktur Pengolahan Pertamina Suroso Atmomartoyo dan mantan Kepala BP Migas Rahmat Sudibyo disebut dalam keputusan pengadilan telah menerima suap.

“Harusnya Bu Karen (Direktur Utama Pertamina) dan Pak Priyono (Kepala BP Migas) mengantarkan Rahmat Sudibyo dan Suroso Atmomartoyo ke Komisi Pemberantasan Korupsi,” ujar Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia Teten Masduki dalam konferensi persnya hari ini (26/3) di Jakarta.

Innospec merupakan perusahaan yang menghasilkan timbal untuk bahan bakar. Timbal saat ini tidak dapat dijual di Eropa dan Amerika Serikat karena membahayakan kesehatan dan lingkungan. Namun, perusahaan terus menggunakan makelar dan mengusahakan agar Pertamina tetap menggunakan timbal.

Menurut Teten, jika pejabat Pertamina dan pemerintah tetap melindungi kedua orang itu maka akan sangat memalukan karena bertentangan dengan semangat transparansi dan akuntabilitas yang diusung Pertamina sejak 2006. “Di tingkat internasional juga menjadikan Indonesia menjadi sorotan dunia yang belum transparan dan akuntabel,” ujar Teten.

Communication Specialist Transparency International Indonesia Ilhan Saenang menilai, keputusan pengadilan dapat dijadikan bukti untuk menggugat Pertamina secara perdata. “Kami mempertimbangkan untuk menggugat Pertamina secara perdata karena telah membahayakan kesehatan masyarakat,” tutur Ilhan.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.