Friday, September 22, 2017

Bangun PLTU, Indika Energy Dapat Pinjaman dari JBIC

March 11, 2010 by  
Filed under Alternatif

PT Indika Energy Tbk (INDY) mendapatkan pinjaman sebesar US$595 juta dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Export-Import Bank of Korea (Kexim) untuk pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 660 Megawatt (Mw) di desa Kanji, Cirebon, Jawa Barat.

Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama INDY M Arsjad Rasjid dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/3). Kontraktor dari PLTU Cirebon tersebut adalah PT Cirebon Electric Power (CEP) yang sahamnya dimiliki perseroan secara tidak langsung sebesar 20% melalui dua anak usahanya, PT Indika Infrastruktur Investindo (III) sebesar 5% dan Indika Power Investment Pte Ltd (IPI) sebesar 15%.

Untuk mendapatkan dana tersebut itu, perseroan akan melakukan kesepakatan (share charge agreement) untuk menjaminkan seluruh kepemilikan sahamnya di anak usahanya, IPI. Di samping Indika Energy, saat ini terdapat tiga pihak lain yang juga turut memiliki saham di CEP, yaitu: Axia Power Holdings B.V dengan porsi kepemilikan saham sebesar 32,5%, Komipo Global Pte. Ltd sebesar 27,5%, dan Cirebon Power Holdings Co. Ltd sebesar 20%.

Penandatanganan perjanjian pinjaman, jelas Arsjad, telah dilakukan pada 8 Maret 2010. Fasilitas pinjaman ini akan dipimpin oleh JBIC yang mengikutsertakan The Export Import Bank of Korea (KEXIM) dan lembaga keuangan lainnya. Seluruh dana pinjaman sebesar US$595 juta akan digunakan untuk pembiayaan proyek pembangunan PLTU berkapasitas 660 Mw. CEP memperoleh proyek ini dari PLN pada 20 Agustus 2007 yang kemudian diamandemen pada 22 Februari 2010. “Rencananya pembangunan akan dimulai pada pertengahan tahun 2010 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2011,” kata dia.

Selain itu, ditandatangani pula perjanjian dukungan ekuitas (equity support agreement) dengan pemegang saham lainnya dari PT Cirebon Electric Power (CEP), yakni termasuk penjaminan keseluruhan kepemilikan saham masing-masing III dan IPI dalam CEP dan PT Cirebon Power Services (CPS) yang merupakan operator dr PLTU tersebut. Serta dilakukan pengalihan hak atas III dan IPI atas seluruh pinjaman pemegang saham yang diberikan CEP berdasarkan perjanjian pengalihan hak atas pinjaman pemegang saham (assignment of subordinated loan agreement) yang akan ditandatangani.

“Dilihat dari susunan direksi perseroan serta salah satu direksi III adalah juga merupakan anggota dewan komisaris CEP dan direksi dari CEP. Karenanya, CEP merupakan pihak terafiliasi dengan perseroan sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan peraturan-peraturan pelaksanannya,” jelas dia.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.