Tuesday, October 24, 2017

Azerbaijan Jajaki Investasi Migas

March 7, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

  • Pemerintah Azerbaijan tengah menjajaki investasi di sektor minyak dan gas Indonesia. Salah satu investasi yang diminati oleh negara penghasil minyak mentah itu adalah LNG receiving terminal.

”Kami ketahui konsumen gas tidak berdekatan dengan lapangan gas karena itu perlu LNG receiving terminal, pemetaan, dan sebagainya. Mereka datang untuk membangun, tapi belum sampai ke tingkat itu,” ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin.

Azerbaijan memiliki cadangan minyak sekira tujuh miliar barel dengan kapasitas produksi 1,099 juta barel per hari (2008), cadangan gasnya mencapai 849,5 miliar meter kubik (2008). Sebanyak 90 persen komoditas ekspor Azerbaijan berasal dari sektor migas dengan mitra ekspor utama di antaranya Indonesia.

Darwin menuturkan, seiring peningkatan produksi gas di Indonesia, maka kebutuhan receiving terminal semakin besar. ”Makin banyak memproduksi gas di Indonesia akan menurunkan ketergantungan kita pada minyak,” ujarnya. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Evita H Legowo menambahkan, pembicaraan dengan Pemerintah Azerbaijan masih dalam tahap awal.

Adapun kerja sama yang tengah dijajaki oleh kedua negara adalah di sektor hulu,kilang,infrastruktur gas,meliputi pipa dan receiving terminal, serta clean coal technology. ”Rencananya ini baru awal, habis ini mereka akan diskusi internal. Kemudian kalau mereka serius akan kirim timnya ke sini,baru kita bisa lebih rinci lagi. Malah akan sampai pilot project,” papar Evita di Jakarta kemarin.

Sementara itu,The Minister of Emergencies Situation of The Republic of Azerbaijan Kamaladdin Heydarov menuturkan, pertemuan dengan Menteri ESDM dalam rangka membahas kemungkinan bekerja sama di sektor migas serta investasi di Indonesia maupun Azerbaijan.”Kami yakin pihak Indonesia juga melihat potensi investasi di Azerbaijan,” tutur Kamaladdin di Jakarta kemarin.

Sementara itu, investor asal Singapura juga tertarik untuk membangun proyek joint venture (patungan) dengan pengusaha Indonesia.Total dana yang disiapkan investor Singapura sekitar Rp500–700 miliar. ”Investor asal Singapura yang dominan berskala menengah tertarik membangun proyek patungan (joint venture) dengan pengusaha Indonesia.

Jadi,kedatangan mereka selain untuk mencari raw material juga partner untuk joint venture,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Komite Singapura Iwan Dermawan Hanafi di Jakarta kemarin. Proyek joint venture itu akan difokuskan pada 10 sektor industri yang meliputi, kimia, minyak dan gas, permesinan, industri perhiasan, jasa penyimpanan dingin (cold storage) dan jasa pergudangan, EO dan jasa perdagangan dunia, sistem pemompaan, manajemen industri, industri kaca pengaman, dan industri otomasi.

OkeZone

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.