Saturday, October 21, 2017

Audit Korupsi BP Migas Belum Keluar?

March 13, 2010 by  
Filed under BBG

Sudah Berbulan-bulan Kejagung Menunggu Hasilnya

Penanganan dugaan korupsi pada proyek-proyek yang ada di Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) senilai Rp 300,6 miliar atau setara dengan 32 juta dolar AS masih jalan di tempat. Kejagung juga belum menetapkan tersangka.

Mandeknya kasus itu karena Badan Pengawasan dan Ke­u­angan Pembangunan (BPKP) hingga kini belum mengeluarkan hasil audit terhadap kasus ter­se­but. Wajar saja kalau hal ini men­ja­di pertanyaan para penggiat hukum.

Ketua Masyarakat Anti Ko­rupsi Indonesia (MAKI) Bo­yamin Saiman pesimis kasus itu bisa cepat tuntas.

“Kenapa hasil auditnya belum keluar? Kan ka­susnya sudah la­ma. Jangan-ja­ngan nanti malah di­henti­kan,”katanya.

Boyamin mengatakan, kalau ada kasus dugaan korupsi yang mandek lalu dikasih sinyal masih menunggu audit, biasanya ujung-ujungnya bakal dihentikan. Apa­lagi melihat kecenderungan ke­tidakseriusan dari Kejaksaan da­lam menangani suatu perkara.

Dia mempertanyaan kapan ka­sus itu bisa dituntaskan. Pa­da­hal, kasusnya sudah mulai masuk ta­hap penyidikan sehingga men­jadi perhatian publik.

Dia mengimbau Kejagung ja­ngan hanya diam menunggu hasil audit BPKP untuk menun­taskan kasus itu. Ada langkah yang dila­kukan untuk mengede­pankan pe­nun­tasan­nya. Apalagi kalau du­gaan kerugian negara­nya sangat besar.

“Kita tahu orang di Kejaksaan merupakan orang-orang pintar da­lam me­nangani kasus. Seharus­nya mereka tidak diam,” ucapnya.

Ketua Nusantara Cor­ruption Watch (NCW) Go­bu­an Harahap menimpali, ko­rupsi membuat negeri ini menjadi ngeri.

“Kami pesimis dugaan korupsi di BP Migas dapat dituntaskan. Tidak akan ada perubahan yang signifikan, terkesan sangat lam­bat. Kami yakin penuntasannya tidak akan maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, kasus itu akan bertambah lambat kalau yang me­nangani bukan orang-orang yang mengerti tentang migas. Selama ini, pemahaman para pe­negak hukum tentang migas masih ter­bilang rendah. Ini men­jadi ham­batan besar bagi penegak hukum dalam penuntasan kasus itu.

“Saya berharap penyidik ada­lah orang yang piawai dan me­nge­tahui permasalahan,” ungkapnya.

Gobuan pesimis ada langkah maju yang bisa dilakukan Ke­ja­gung. Dia juga meminta kepada semua elemen, termasuk menteri dan Presiden untuk bersama-sama menuntaskan korupsi  yang merugikan masyarakat. Apalagi menyangkut keuangan negara yang tidak sedikit.

Sebelumnya, Jaksa Agung Hendarman Supandji menga­takan, kasus korupsi di BP Migas sudah ada indikasi perbuatan pidana. “Tapi hitungan soal tim­bulnya kerugian negara dalam kasus itu masih dalam proses audit BPKP,” ujar Herdarman.

Sdangkan Direktur Penyidikan pada Jak­sa Agung Muda Pidana Khusus Arminsyah bilang, kasus korupsi pada pelaksanaan pro­yek-proyek migas tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Belum penyidikan. Tadinya, mau segera dilimpahkan ke pe­ngadilan. Tapi BPKP belum mem­berikan nilai pasti berapa ke­ru­gian negara,” ujarnya.

Saat ini, Kejagung terus me­la­kukan koordinasi dengan BPKP. Penyelidikan dugaan penyimpa­ngan dana proyek di BP Migas se­benarnya sudah siap ditingkat­kan ke penyidikan.

“Tidak Ada Yang Salah Kok”

Sulistya Hastuti Wahyu, Kadin Humas & Hubungan Kelembagaan BP Migas

Kepala Dinas Hubungan Ma­syarakat (Kadin Humas) dan Hu­bu­ngan Kelembagaan BP Migas Su­listya Hastuti Wahyu menga­takan, Kejagung belum melakukan pe­manggilan lagi terkait kasus itu.

“Belum ada pemanggilan, masih menunggu laporan dari BPKP. Saya tidak tahu hasilnya bagaimana. Hanya BPKP dan Kejagung yang tahu,” kata Sulistya kepada Rakyat Merdeka.

Kendati demikian, dia mengaku bahwa benar pihaknya pernah di­panggil BPKP dan Kejaksaan. “Kami dipanggil untuk dimintai ke­terangan tentang data-data terkait. Hanya menyamakan presepsi de­ngan penyelidik BPKP dan sudah kami serahkan semuanya,” jelasnya.

Adapun upaya yang dilakukan BP Migas, agar kasus ini tidak ter­ulang lagi, kata Sulistya, pihaknya perlu merapatkan barisan dan me­lakukan koordinasi agar semuanya ber­dasarkan aturan.

“Kebetulan juga di BP Migas ada penasihat ahli bidang hukum. Kami sangat patuh hukum, namun se­ringkali penterjemahan di luar itu yang lain. Padahal di BP Migas tidak ada uang sama sekali. Yang ada  hanya aturan. Meski proyek-proyek yang dikerjakan itu besar-besar,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Sulistya me­nuturkan, penghasilan dan pen­da­patan negara sebanyak 35 persen berada di sektor migas. Kalau itu di­goyang, otomatis politik dan ke­amanan bisa terganggu.

“Saya tidak mengerti salahnya itu di mana. Menurut kami tidak ada yang salah. Tidak ada uang sete­tes­pun yang masuk ke kantong temen-te­men di BP Migas,” tutupnya.

“Masih Di BPKP”
Marwan Effendy, JAM Pidsus

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Mar­wan Effendy  hanya menja­wab singkat ke­tika dimintai kon­fir­masi terkait per­kem­ba­ngan kasus BP Migas.

“Masih di BPKP. Karena audit BPK be­lum ada,” kata Mar­wan Effendy yang di­sampaikan melalui SMS kepada Rakyat Merdeka.

“Mudah-mudahan Bisa Selesai Bulan Ini”

Suradji, Deputi BPKP Bidang Investigasi

Deputi BPKP Bidang Inves­tigasi Suradji menegaskan, audit dugaan korupsi di BP Migas masih diproses.

“Mudah-mudahan proses audit itu bisa selesai bulan Maret ini. Karena bukan kami yang mengaudit, tetapi BPKP perwakilan DKI II,” kata Suraji ketika berkunjung ke redaksi Rakyat Merdeka, baru-baru ini.

Mengenai adanya keluhan kepada BPKP lantaran belum mengeluarkan hasil audit kasus itu, Suradji menegaskan sekali lagi itu masih diproses.

“Kami hanya diminta penyi­dik. Jadi kalau ada data terlam­bat, itu lambatnya bukan dari BPKP, tapi mereka. Keterlam­batan yang terjadi itu bukan sepenuhnya dari BPKP, tapi me­reka juga,” jelasnya.

“Harus Ada Yang Mendorong BPKP”
M Ali Zaidan, Anggota Komisi Kejaksaan

Anggota Komisi Kejak­saan M Ali Zaidan me­nga­takan, korupsi merupakan kasus yang harus diprioritaskan pe­nye­lesaiannya. Jika Kejaksaan me­­nemukan sebuah kasus stag­nan, diha­rapkan ada jalan ke­luarnya. Kalau perlu, dengan cara-cara yang luar biasa.

Untuk itu, Kejagung perlu mendorong BPKP agar sece­patnya mengeluarkan hasil auditnya.

“Harus ada yang mendorong BPKP untuk segera menye­lesaikan hasil audit inves­ti­gasinya. Itu untuk men­g­op­ti­malkan kinerja kejaksaan se­hingga kasus itu tidak terganjal di tingkat penyidikan,” ujarnya.

Ali meminta Satgas Pem­be­rantasan Mafia Hukum mem­be­rikan atensi terhadap pena­nganan kasus ini. Caranya, me­lakukan pengawasan agar tidak berlarut-larut penuntasannya.

Menurutnya, hasil audit itu akan dijadikan dasar me­nen­tukan jumlah kerugian negara secara faktual. Tanpa itu, Ke­jak­saan akan kesulitan mem­buk­tikan jumlah kerugian negara.

“Jaksa Mesti Proaktif”
Nazir Djamil, Anggota Komisi III DPR

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil meminta Kejak­saan lebih proaktif lagi me­nye­lesaikan kasus dugaan korupsi di BP Migas meski hasil audit dari BPKB belum keluar.

“Kejaksaan harusnya tidak pasif menangani kasus ini. Yang paling berkepentingan di sini adalah Kejaksaan sebagai pengacara negara. Mestinya setiap pelaku yang merugikan ke­uangan negara jaksa harus proaktif,” kata Nazir.

Nasir menyarankan Ke­jak­saan ikut mendorong BPKP agar cepat mengeluarkan hasil auditnya. Apalagai kalau ka­sus itu sudah lama.

“Kejaksaan harusnya ber­tanya apa kendala yang menyebabkan BPKP lamban mengeluarkan au­ditnya. Apakah ada unsur ke­sengajaan atau ada kendala teknis. Jangan sampai ada inter­vensi sehingga mempengaruhi hasil audit BPKP,” terangnya.

“Negara Rugi, Masyarakat Menanggung Akibatnya”
Sutan Sukarnotomo, Anggota Komisi VII DPR

Anggota Komisi VII DPR Sutan Sukarnotomo berharap agar kasus yang dugaan ko­rupsi yang ada di BP Migas segera dituntaskan. Ini pen­ting demi kelangsungan hi­dup ma­syarakat Indonesia.

“Harus dijadikan priori­tas. Kalau ada dugaan ne­ga­ra dirugikan, tentu ma­sya­rakat juga rugi dan akan me­­nang­gung akibatnya nan­ti,” kata Sutan.

Sutan melihat, di BP Migas memang banyak sekali per­ma­sa­lahan. Untuk itu, diper­lukan keter­bu­kaan, ter­masuk proyek-proyek yang ada agar dijalankan se­suai dengan atur­an yang ber­laku.

RMOL

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.