Thursday, July 27, 2017

Atasi pengoplosan gas, subsidi elpiji 12 Kg dikaji

August 2, 2010 by  
Filed under BBG

Pemberian subsidi elpiji 12 Kg oleh pemerintah menjadi salah satu opsi yang berkembang untuk mengatasi praktik ilegal penyuntikan elpiji dari tabung 3 Kg ke 12 Kg akibat adanya disparitas harga kedua kemasan elpiji itu.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengatakan pemerintah telah mengusulkan untuk menghilangkan disparitas harga antara kedua kemasan elpiji tersebut. Pemerintah, katanya, juga telah mengetahui bahwa disparitas harga selama ini menyebabkan praktik pemindahan elpiji dari tabung 3 Kg ke 12 Kg marak.

“Pemerintah juga tahu begini ini [praktik pemindahan elpiji dari tabung 3 Kg ke 12 Kg] akibat disparitas harga. Ini kan membahayakan dan merusak tabung-tabung yang ada,” katanya hari ini.

Saat ini, katanya, untuk mengatasi masalah disparitas tersebut telah berkembang sejumlah opsi. “Saya tidak tahu apakah 12 Kg ini juga harus tetap disubsidi oleh pemerintah atau bantuan langsung tunai ke elpiji 3 Kg [dengan menjual elpiji 3 Kg sesuai harga pasar]. Itu salah satu opsi.”

Saat ini, elpiji 12 Kg yang merupakan barang tidak bersubsidi tetap mendapatkan subsidi dari Pertamina, yang dinilai banyak pihak melanggar UU BUMN karena perusahaan pelat merah itu selalu menanggung rugi dari bisnis tersebut. Kerugian dari bisnis elpiji non subsidi, termasuk 12 kg, tahun ini diperkirakan mencapai Rp3,1 triliun bila tidak ada kenaikan harga.

Dengan rencana kenaikan harga elpiji sebesar Rp1.000 per Kg, total kerugian perusahaan hanya berkurang sekitar Rp655 miliar menjadi Rp2,55 triliun.

Terkait dengan rencana penarikan 9 juta tabung elpiji 3 Kg tidak ber-SNI, Karen mengatakan Pertamina akan menariknya secara bertahap setelah tabung-tabung itu masuk ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE). Di SPBBE, katanya, tabung-tabung tanpa SNI dan tabung rusak akan langsung diafkir.

“Jadi tidak akan langsung tarik 9 juta tabung sekaligus. Itu dilakukan secara bertahap. Begitu masuk SPBBE berapa tabung, dilihat ada yang tidak ber-SNI, rusak, langsung diafkir,” ungkapnya.

Karen mengatakan untuk tabung yang beredar di toko-toko, kendati tidak ber-SNI Pertamina tidak bisa melakukan penarikan.

“Kalau di tempat lain, kami tidak bisa kontrol. Kecuali kalau nanti barangnya masuk ke SPBBE,” ujarnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.