Friday, May 26, 2017

Atasi defisit gas PLN Pemerintah akan pacu produksi gas

March 28, 2010 by  
Filed under BBG

Pemerintah akan memaksakan produksi gas yang lebih besar pada tahun ini guna menutup defisit gas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sehingga subsidi listrik bisa ditekan pembengkakannya dalam APBN-P 2010.

Anggito Abimanyu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, menuturkan Kementerian Keuangan bersama kementerian/lembaga terkait sedang dalam tahap pembahasan mengenai kebutuhan penambahan subsidi listrik untuk tahun ini. Namun, finalisasinya membutuhkan persetujuan DPR yang harus melalui sejumlah tahapan pembahasan terlebih dahulu dengan Komisi VII DPR mulai pekan depan.

“Untuk perubahan (defisit) gas (PLN) hanya beberapa hari. Sekarang sudah diupayakan lagi supaya gas itu produksinya dipaksakan untuk memenuhi kebutuhan PLN karena itu yang paling penting,” ujar dia di lingkungan Kementerian Keuangan, hari ini.

Terkait renacana kenaikan tarif dasar listrik (TDL), Anggito mengatakan, kebijakan tersebut sesuai dengan kesepakatan dengan DPR ketika menyusun APBN 2010. Kenaikan beban subsidi listrik tersebut, a.l. disebabkan oleh perubahan asumsi harga minyak mentah Indonesia, penundaan kenaikan TDL dari semula direncanakan Januari menjadi awal semester II/2010, serta kenaikan margin PLN.

“Kita lihat ada perubahan atau tidak (besaran subsidi listrik). Masalah tarif dasar listrik (TDL) dan ada perubaan di dalam margin, itu yang akan memengaruhi (besaran) subsidi dan ada perubahan asumsi sesuai dengan kondisi yang sekarang ada,’ ujarnya.

Intinya, tegas dia, pemerintah dan DPR harus berembuk untuk mendisain pola kenaikan harga TDL dan mekanisme pemberian subsidi listrik agar efektifitasnya terjaga.

Sebelumnya, PLN telah mengusulkan besaran kenaikan subsidi listrik tahun ini menjadi Rp55 triliun, dengan catatan adanya kenaikan TDL pada Juli tahun ini. Jumlah usulan subsidi itu belum memperhitungkan potensi pembengkakan biaya akibat defisit gas pembangkit PLN yang ditaksir mencapai Rp2,4 triliun.

Jumlah tersebut sedikit lebih besar dari perhitungan pemerintah dalam Nota Keuangan dan RAPBN-P 2010 yang merevisi naik anggaran subsidi listrik pada tahun ini sebesar 44,2% menjadi Rp54,5 triliun dari alokasi awal di APBN yang hanya Rp37,8 triliun.

Kenaikan beban subsidi listrik tersebut, a.l. disebabkan oleh meningkatnya asumsi harga minyak mentah Indonesia menjadi US$77/barel, penundaan kenaikan TDL dari semula direncanakan Januari menjadi awal semester II/2010, kekurangan (carry over) pembayaran subsidi listrik 2009 sebesar Rp4 triliun, dan kenaikan margin PT PLN menjadi 8%.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.