Monday, October 23, 2017

Arlindo: Energi Terbarukan Yang Tiada Habisnya.

May 18, 2010 by  
Filed under Alternatif, Featured

 Arus Laut Indonesia,sumber energi tiada hentiArus lintas Indonesia (Arlindo) – Indonesian Through Flow (ITF) – merupakan aliran deras air laut dari samudra Pasifik menuju Samudra Hindia melalui selat-selat Kepulauan Indonesia sepanjang tahun, kecuali pengaruh dinamika La Nina.

“Arlindo merupakan energi terbarukan yang tak habis selama bumi berputar, dan menunggu pemanfaatannya bagi masyarakat bangsa Indonesia. Bagaimana ‘menangkap’ energi arus laut ini,” kata Dodiek dalam percakapan dengan energiterbarukan.net pekan lalu.

Menurutnya, info intensitas energi rata-rata basis kelautan mencapai 2.000 hingga 3.000 Watt/meter persegi (W/m2), dibanding rata-rata energi angin 400-600 W/m2 dan energi solar photovoltaic 150-200 W/m2.

“Informasi prakiraan gelombang laut dan tidal (pasang surut) tersedia on-line di beberapa laman, baik lokal (BMKG/Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) maupun global (NOAA/National Oceanic and Atmospheric Administration Amerika Serikat), maka potensi energi basis kelautan lebih mudah diprediksi, intensitas tinggi, dan tersedia melimpah di wilayah negara maritim Indonesia yang 2/3 wilayahnya berupa lautan,” jelas Dodiek.

Senada dengan Dodiek, Hendra Yu Tonsa, kandidat master dari Newcastle University mengatakan energi arus laut lebih memiliki keuntungan lain, yakni cenderung kontinu sepanjang waktu dan predictable (dapat dibuat perkiraannya).

”Sehingga power generation cost-nya bisa lebih rendah dan lebih menguntungkan,” tegas Hendra.

Lebih lanjut Dodiek mengungkapkan penelitian volume transfer air laut telah dilaksanakan di beberapa lokasi, antara lain Selat Makasar, Selat Lombok, Selat Lifamatola, Selat Ombai, dan Terusan Timor. Data aliran transfer air laut yg melewati Selat Makasar mencapai maksimal 25 Sv ( 1 Sv = 106 m3/detik) dan menuju Samudra Hindia terbagi dua via Selat Lombok dan memutar Perairan Timor.

Sebagai lulusan Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB), Dodiek menyatakan prinsip kerja kincir (turbin) angin dapat diterapkan pada arus laut. Namun ia memberi catatan ukuran turbin arus laut (hydrokinetic) jauh lebih kecil, karena densitas air 835 kali lebih besar dari kerapatan udara.

Ia mencontohkan Team T-Files (ITB) Bandung telah mengaplikasikan turbin hydrokinetic jenis Gorlov helical di perairan Nusa Penida dan di selat Lombok. Selain itu ia menyebutkan rencana aplikasi turbin tipe hydrofoil Kobold dari Italia di perairan Selat Alas Lomtim. Sehingga ia berharap Indonesia tidak ketinggalan dalam pemanfaatan energi arus laut, mengingat Filipina dan negeri jiran lain sudah mengarah ke sana.

Konstruksi Terpadu
Dodiek juga mengungkapkan pemanfaatan cerdas kombinasi panel surya, turbin angin, dan konversi gelombang laut di area dekat pantai pada konstruksi terpadu guna mencapai optimasi extraksi sumber energi terbarukan. Hal ini telah diterapkan pada Proyek AquabuOY.

“Saya berharap teknologi tersebut bisa diadopsi dan sangat cocok diaplikasikan di kepulauan Indonesia, termasuk pulau-pulau di garis depan. Pemasangan cluster array rangkaian AquabuOY dapat menjadi sumber energi setempat yang dahsyat, baik untuk kelistrikan, industri pesisir, penyediaan air bersih, aquamarine culture (budidaya perikanan laut), dan lainnya,” jelas Dodiek.

Menurutnya, potensi energi gelombang laut di pesisir selatan Indonesia mencapai 20-40 kiloWatt per meter wave front, tersedia sepanjang tahun. Indikasinya adalah beberapa lokasi ideal surfing dan dampak abrasi laut, serta kebutuhan konstruksi pemecah gelombang (breakwater) di pantai guna menahan dahsyatnya hantaman ombak laut.

Energiterbarukan.net
Mega Christina

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.