Friday, March 24, 2017

Taukah Anda, Apa Energi Nuklir Itu ?

December 30, 2010 by  
Filed under Featured, Nuclear Power

Energi ;  Energi nuklir adalah salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk menggantikan bahan bakar fosil. Namun sentimen publik telah menjadi hambatan yang sangat besar dalam penerapannya sejak terjadi tragedi Chernobyl.Karena alasan ini dalam beberapa dokumen energi terbarukan sering pula disebut sebagai energi non fosil. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik. PLTN termasuk dalam pembangkit daya base load, yang dapat bekerja dengan baik ketika daya keluarannya konstan (meskipun boiling water reactor dapat turun hingga setengah dayanya ketika malam hari).

Daya yang dibangkitkan per unit pembangkit berkisar dari 40 MWe hingga 1000 MWe. Unit baru yang sedang dibangun pada tahun 2005 mempunyai daya 600-1200 MWe, hingga tahun 2005 terdapat 443 PLTN berlisensi di dunia dengan 441 diantaranya beroperasi di 31 negara yang berbeda. Keseluruhan reaktor tersebut menyuplai 17 persen daya listrik dunia.

PLTN dikelompokkan berdasarkan jenis reaktor yang digunakan. Tetapi ada juga PLTN yang menerapkan unit-unit independen, dan hal ini bisa menggunakan jenis reaktor yang berbeda. Sebagai tambahan, beberapa jenis reaktor berikut ini, di masa depan diharapkan mempunyai sistem keamanan pasif.

Reaktor Fusi : Reaktor daya fusi membangkitkan panas melalui reaksi fusi nuklir dari isotop fissil uranium dan plutonium. Selanjutnya reaktor daya fissi dikelompokkan lagi menjadi: Reaktor thermal , dimana menggunakan moderator neutron untuk melambatkan atau me-moderate neutron sehingga mereka dapat menghasilkan reaksi fissi selanjutnya. Neutron yang dihasilkan dari reaksi fissi mempunyai energi yang tinggi atau dalam keadaan cepat, dan harus diturunkan energinya atau dilambatkan (dibuat thermal) oleh moderator sehingga dapat menjamin kelangsungan reaksi berantai. Hal ini berkaitan dengan jenis bahan bakar yang digunakan reaktor thermal yang lebih memilih neutron lambat ketimbang neutron cepat untuk melakukan reaksi fusi. Kemudian ada reaktor cepat menjaga kesinambungan reaksi berantai tanpa memerlukan moderator neutron. Karena reaktor cepat menggunkan jenis bahan bakar yang berbeda dengan reaktor thermal, neutron yang dihasilkan di reaktor cepat tidak perlu dilambatkan guna menjamin reaksi fissi tetap berlangsung. Boleh dikatakan, bahwa reaktor thermal menggunakan neutron thermal dan reaktor cepat menggunakan neutron cepat dalam proses reaksi fissi masing-masing. Serta terakhir, reaktor subkritis menggunakan sumber neutron luar ketimbang menggunakan reaksi berantai untuk menghasilkan reaksi fissi. Hingga 2004 hal ini hanya berupa konsep teori saja, dan tidak ada purwarupa yang diusulkan atau dibangun untuk menghasilkan listrik, meskipun beberapa laboratorium mendemonstrasikan dan beberapa uji kelayakan sudah dilaksanakan.

Dalam pembagiannya, reaktor thermal terdiri dari  Light water reactor (LWR), Boiling water reactor (BWR), Pressurized water reactor (PWR), SSTAR, a sealed, reaktor untuk jaringan kecil, mirip PWR dan Moderator Grafit, ini sendiripun terbagi lagi menjadi  Magnox,  Advanced gas-cooled reactor (AGR), High temperature gas cooled reactor (HTGR), RBMK, Pebble bed reactor (PBMR). Selain itu, ada juga yang namanya  moderator Air berat, yang terdiri dari  SGHWR, CANDU.

Reaktor cepat, meski reaktor nuklir generasi awal berjenis reaktor cepat, tetapi perkembangan reaktor nuklir jenis ini kalah dibandingkan dengan reaktor thermal.

Keuntungan reaktor cepat diantaranya adalah siklus bahan bakar nuklir yang dimilikinya dapat menggunakan semua uranium yang terdapat dalam urainum alam, dan juga dapat mentransmutasikan radioisotop yang tergantung di dalam limbahnya menjadi material luruh cepat. Dengan alasan ini, sebenarnya reaktor cepat secara inheren lebih menjamin kelangsungan ketersedian energi ketimbang reaktor thermal. Lihat juga reaktor fast breeder. Karena sebagian besar reaktor cepat digunakan untuk menghasilkan plutonium, maka reaktor jenis ini terkait erat dengan proliferasi nuklir.

Lebih dari 20 purwarupa (prototype) reaktor cepat sudah dibangun di Amerika Serikat, Inggris, Uni Sovyet, Perancis, Jerman, Jepang, India, dan hingga 2004 1 unit reaktor sedang dibangun di China. Berikut beberapa reaktor cepat di dunia: EBR-I, 0.2 MWe, AS, (1951-1964), Dounreay Fast Reactor, 14  MWe, Inggris, (1958-1977), Enrico Fermi Nuclear Generating Station Unit 1, 94 MWe, AS, (1963-1972), EBR-II, 20 MWe, AS, (1963-1994), Phénix, 250 MWe, Perancis, (1973-sekarang), BN-350, 150 MWe plus desalination, USSR/Kazakhstan, (1973-2000), Prototype Fast Reactor, 250 MWe, Inggris (1974-1994), BN-600, 600 MWe, USSR/Russia (1980-sekarang), Superphénix, 1200 MWe, Perancis, (1985-1996), FBTR, 13.2 MWe, India (1985-sekarang), Monju, 300 MWe, Jepang (1994-sekarang) dan  PFBR, 500 MWe, India, (1998-sekarang).

Keuntungan PLTN dibandingkan dengan pembangkit daya utama lainnya adalah: Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal) – gas rumah kaca hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan dan hanya sedikit menghasilkan gas), tidak mencemari udara – tidak menghasilkan gas-gas berbahaya sepert karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, partikulate atau asap fotokimia, sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal),  biaya bahan bakar rendah – hanya sedikit bahan bakar yang diperlukan, serta  ketersedian bahan bakar yang melimpah – sekali lagi, karena sangat sedikit bahan bakar yang diperlukan.

Sedangkan  kekurangan PLTN diantaranya  risiko kecelakaan nuklir – kecelakaan nuklir terbesar adalah kecelakaan Chernobyl (yang tidak mempunyai containment building) dan limbahnya yang berbentuk radioaktif  tingkat tinggi yang dihasilkan dapat bertahan hingga ribuan tahun.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.