Friday, July 21, 2017

Antam gandeng investor China untuk bagun smelter di Halmahera

April 14, 2010 by  
Filed under Alternatif

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjajaki kerja sama dengan perusahaan asal China untuk membangun smelter di daerah Halmahera senilai US$1,2 miliar.

Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis menuturkan perseroan dari China itu merupakan salah satu yang dijajaki di samping perusahaan lainnya.

“Kami masih membuka kemungkinan bagi perusahaan-perusahaan lain untuk bergabung dengan Antam untuk mengembangkan smelter di Halmahera itu.

Saat ini belum ada yang ditetapkan perusahaan yang akan digandeng,” ujarnya hari ini.

Menurut Alwin, perseroan juga sedang menghitung besaran dana yang akan dicari dari eksternal dan internal  untuk membiayai proyek tersebut.

Sementara itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam keterangan resminya hari ini menyebutkan bahwa Antam akan melakukan penandatanganan kerja sama proyek smelter dengan pemerintah China.

“Penandatanganan akan dilakukan pada sekitar 22 April saat Perdana Menteri China Wen Jiabao datang ke Indonesia,” kata Kepala BKPM Gita Irawan Wirjawan.

Menurut Gita, kepastian kerja sama itu diperoleh saat pihaknya menghadiri acara Boao Conference yang berlangsung di China pada Sabtu-Minggu (10-11 April).

Konferensi itu dihadiri oleh berbagai pemimin negara di antaranya Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Ahmad Baddawi, Mantan PM Goh Chok Tong, serta Deputy Prime Minister of Timor Leste Bob Hawke.

Antam mengalokasikan dana sebesar US$180 juta untuk mendanai ekspansi perseroan pada tahun ini.

Salah satu pos yang akan dibiayai adalah untuk mengakuisisi tambang batu bara dan emas sebesar US$30 juta. Perseroan akan menggunakan dana dari internal untuk membiayai ekspansi tersebut.

Sejauh ini kas Antam di kisaran US$300 juta. Dana di antaranya akan digunakan untuk mengembangkan lahan tambang Cibaliung yang sudah diakuisisi sebelumnya senilai US$40 juta.

Selain itu, perseroan juga mengalokasikan dana untuk cadangan sebesar US$40 juta, serta belanja rutin sebesar US$70 juta.

Antam juga akan menjalankan sejumlah proyek yang sudah direncanakan sebelumnya. selain proyek smelter di Halmahera, perseroan juga akan melanjutkan Chemical Grade Alumina di Tayan.

Untuk proyek kedua ini, perseroan melakukan tender ulang lantaran harga yang dipatok sebelumnya dinilai terlalu mahal. Selain proyek itu, perseroan juga mengkaji kembali pembangunan PLTU Pomalaa untuk menekan biaya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.