Saturday, July 22, 2017

Aneka Kimia & Petronas tak dijamin dampingi pertamina

June 7, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Aneka Kimia Raya Corporindo dan Petronas tidak dijamin untuk tetap bisa melanjutkan perannya sebagai pendamping PT Pertamina (Persero) sebagai penyedia dan distributor BBM bersubsidi pada 2011, bahkan di titik-titik yang telah dikuasai saat ini.

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Tubagus Haryono mengatakan seluruh badan usaha swasta harus mengikuti proses beuty contest untuk bisa menjadi pendamping Pertamina dalam menyediakan dan mendistribusikan BBM PSO. Menurut dia, kewajiban tersebut juga berlaku bagi badan-badan usaha yang kini tercatat sebagai pendamping BUMN migas tersebut.

“Walaupun AKR dan Petronas sudah menjadi pendamping, mereka tetap harus ikut proses beuty contest, termasuk atas wilayah-wilayah yang kini mereka kuasai saat ini. Jadi, belum tentu mereka bisa mempertahankan wilayah-wilayah itu,” katanya, hari ini.

AKR tahun ini ditugasi untuk mendistribusikan solar sebanyak 56.500 kiloliter melalui agen penyalur minyak solar di 34 titik. Adapun, Petronas mendistribusikan premium sebanyak 20.440 kiloliter di 4 titik SPBU miliknya di Medan.

Tubagus mengatakan BPH Migas akan melakukan penilaian terhadap kinerja kedua perusahaan tersebut selama 2010. “Kalau ternyata kami melihat ada penawar yang lebih bagus, misalnya pendistribusian lebih merata, term of payment lebih bagus, dan syarat cadangan operasinya juga lebih baik, ya kami pilih yang lain.”

Namun, katanya, hingga lima bulan pertama kedua perusahaan tersebut dinilai masih bagus, yang artinya kedua perusahaan bisa mendistribusikan BBM sesuai dengan kuotanya. “Kami tetap akan evaluasi terus. Sekarang evaluasi dilakukan bulanan, tetapi kami harapkan nanti bisa dilakukan harian.”

Sementara itu, Tubagus mengatakan kuota BBM bersubsidi yang akan dilimpahkan ke badan usaha swasta tidak akan lebih dari 1% dari total kuota BBM bersubsidi nasional, kendati diakui akan lebih besar dibandingkan dengan kuota yang diberikan pada 2010. Dia mengatakan penentuan titik dan juga volume BBM bersubsidi untuk pendamping Pertamina ditentukan berdasarkan indeks penyalur.

“Kami tawarkan daerah-daerah yang belum jenuh. Total kuota tidak akan lebih dari 1%,” katanya.

Pada penugasan BBM PSO 2011 daerah-daerah yang ditawarkan meliputi, sebagian dari Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara,  Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Papua, Irian jaya Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Maluku untuk pendistribusian solar.

Adapun, untuk pendistribusian premium bersubsidi meliputi sebagian daerah Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara,  Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Papua, Irian jaya Barat, Nusa Tenggara Timur, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku dan Maluku Utara.

“Titik-titiknya hanya ada di beberapa kabupaten, misalnya di Simeulue itu kuota untuk APMS 10,3 kiloliter per hari. Di Medan, untuk SPBU 7,3 kiloliter per hari, APMS 69,1 kiloliter per hari, dan SPDN 5,2 kiloliter per hari,” ungkapnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.