Friday, July 21, 2017

Alokasi gas Matindok & Senoro tak 100% domestik

March 12, 2010 by  
Filed under BBG

Pemerintah tidak akan berfikir dikotomis antara ekspor dan pasokan domestik dalam memutuskan pengalokasian gas dari Lapangan Matindok dan Senoro.

Pengambilan keputusan terkait dengan pengalokasian gas tersebut juga akan dipercepat seiring dengan ketatnya pasar gas dunia, menyusul akan melimpahnya pasokan pada 2014.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh mengatakan pemanfaatan gas dari Lapangan Matindok dan Senoro hendaknya tidak dilihat secara dikotomis antara ekspor dan domestik. Menurut dia, pemerintah memang menghendaki agar gas tersebut bisa digunakan sebesar-besarnya bagi kebutuhan domestik.

Hanya saja, lanjutnya, tidak berarti alokasi gas untuk domestik tersebut harus 100%. Dia menerangkan terdapat beberapa hal yang patut menjadi perhatian terkait dengan proyek tersebut, meliputi lokasinya yang remote area dan marginal, seberapa besar kekuatan industri setempat yang mampu menyerap, yang pada akhirnya berpengaruh pada perhitungan tekno ekonomi proyek.

“Memang, pemerintah menghendaki agar gas Donggi-Senoro sebesar-besarnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Tetapi itu bukan berarti 100% karena harus melihat banyak faktor, soalnya itu terkait dengan perhitungan keekonomian proyeknya,” katanya hari ini.

Ketika ditanya mengenai detil porsi yang tepat untuk masing-masing pasar, domestik dan ekspor, Darwin mengatakan telah mengajukan opsi alokasi itu kepada Menko Perekonomian. “Berapa-berapanya kami sudah ajukan itu ke Menko [Perekonomian].”

Sebelumnya, Asisten Deputi Menko Perekonomian Bidang Migas M. Husen mengatakan instansinya hingga kini belum bisa menetapkan keputusan mengenai alokasi gas Donggi-Senoro karena situasinya dilematis. Untuk opsi ekspor, tuturnya, masih terbentur dengan situasi dan isu yang berkembang mengenai kekurangan pasokan gas dalam negeri.

Di sisi lain, untuk opsi pasokan ke domestik 100% yang sebelumnya dicetuskan mantan Wapres Jusuf Kalla, terbentur oleh masalah ketiadaan investor. “Sampai saat ini tidak ada satupun yang mau menyerahkan proposal proyek. Ketiga perusahaan calon konsumen, yaitu PLN, Panca Amara Utama, dan Pusri, terhadang oleh ketentuan batas minimum kredit yang tidak berhasil mereka lampaui. Mandiri yang dulu pernah mengajukan surat kesediaan, ternyata tidak ada tindak lanjutnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.