Tuesday, January 17, 2017

Akuisisi Medco tambah produksi minyak Pertamina

December 1, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Energi ;  Rencana akuisisi 27,9% saham tidak langsung PT Medco Energi Internasional Tbk oleh PT Pertamina (Persero) diperkirakan dapat menambah produksi minyak perseroan sekitar 53.000 barel per hari (bph) dari Blok Rimau PSC, Sumatra Selatan.

Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengungkapkan ada beberapa potensi produksi minyak yang tidak dikembangkan oleh perusahaan keluarga Panigoro itu karena limited process. Akan tetapi, potensi itu bisa dikembangkan oleh BUMN migas itu.

“[Akuisisi] Medco masih due diligence. Saya melihatnya, ini secara teknis ada sekitar 53.000 barel oil per day yang bisa masuk ke kilang Pertamina karena sekarang ini dari [blok] Rimau dijual ke Mitsubishi. Kita telah membuat flag carrier di mana Pertamina dan Medco bisa bersinergi,” tutur dia, seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, hari ini.

Lagi pula, jelas dia, rencana pembelian saham Medco itu sudah melalui proses panjang dan dievaluasi sejak 3 tahun lalu. Sebenarnya, dia menambahkan Medco juga sudah mempunyai entitlement untuk ladang minyak yang ada di Libya.  “Di Libya itu sudah akan berproduksi sekitar 50.000 barel oil per day, tetapi kita akan mempercepat sampai 160.000 barel oil per day dan itu bisa masuk ke kilangnya Pertamina.”

Meskipun tidak mudah, Pertamina akan mencari kesempatan lain untuk mencari ladang minyak baru, bila memang tidak disepakati oleh pemerintah untuk membeli 27,9% saham Encore International Ltd (EIL), salah satu pemegang saham Medco Energy International Tbk tersebut.

“Sekarang kita recognize aset-aset mana saja yang bisa kita ambil dan optimalkan. Deadline-nya besok dan nanti kalau keputusan dari pemerintah tidak boleh, ya kita ikuti,” jelas Karen.

Senada dengan itu, Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko Pertamina Ferederick ST Siahaan mengemukakan soal akuisis Medco oleh BUMN migas itu tidak hanya mempertimbangkan aset di dalam negeri, tetapi juga di negara lain.

“Keputusannya itu, akan kita bahas besok. Saya tidak pernah bicara soal nilai termasuk keputusannya mau go head atau tidak. Terminasinya tergantung pembeli dan penjual, tetapi Pertamina mempunyai hak eksklusivitasnya besok,” ujar dia.

Dia menjelaskan rencana akuisisi saham Medco itu merupakan salah satu upaya nonorganic growth perseroan untuk mencapai produksi perseroan 1 juta barel minyak ekuivalen per hari (mboepd) pada 2015.

“Untuk mencapai 1 juta barel itu, ada organic dan nonorganic growth. Sekarang kan kita ekuivalennya sekitar 400.000 barel, berarti kurang sekitar 580.000 mboepd hingga 2015. Yah, dari akuisisi itu,” kata Ferederick.

Di sisi lain, Komisi VII DPR meminta Pertamina untuk mengupayakan produksi minyak bumi sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2010 sebesar 196.000 bopd dan meningkatkan laju pengurasan (withdrawal rate) lapangan-lapangan migas milik perseroan secara efektif dan efisien.

Anggota Komisi VII DPR Achmad Riyaldi mengatakan Fraksi PKS mempersilakan Pertamina mengakuisisi Medco, dengan catatan sudah melalui kajian mendalam yang bisa dipertanggungjawabkan, termasuk harga yang pantas.

Seperti diketahui, Pertamina dan EIL sudah menandatangani principles of agreement sebagai tahapan pembelian saham EIL di Encore Energy Pte Ltd (EEPL), yang kini memiliki 50,7% saham di Medco Energi. Kedua belah pihak sepakat melanjutkan proses jual beli saham EIL di EEPL ke tingkat periode eksklusif yang akan berakhir 30 November 2010.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.