Friday, January 20, 2017

6 Proyek pembangit listrik diserahkan ke IPP

March 11, 2010 by  
Filed under Featured, Geothermal

Pemerintah akan menyerahkan pembangunan enam proyek pembangkit listrik berkapasitas besar kepada pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP), bagian dari megaproyek 10.000 MW tahap II.

Konsekuensi tersebut disesuaikan dengan kemampuan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk membangun sejumlah proyek pembangkit yang menjadi hak perseroan itu. Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jacobus Purwono mengungkapkan sebagian besar proyek pembangkit listrik 10.000 MW tahap II tersebut telah ditenderkan oleh PLN.

“Ada sekitar enam proyek yang akan diserahkan kepada swasta. Saya masih menunggu surat pernyataan mereka [PLN], proyek mana saja yang dimungkinkan dibangun oleh PLN. Harus ada statement dari PLN bahwa mereka tidak sanggup membangun,” tuturnya, hari ini.

Keinginan BUMN listrik itu mengurangi porsi proyeknya, jelas dia, berdasarkan pertimbangan PLN untuk fokus kepada pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berskala kecil. Selain itu, menurut Purwono, kesanggupan PLN membangun pembangkit juga hanya untuk kapasitas kecil. “Kami akan memanggil PLN untuk dimintai keterangan.pembangit listrik, PLTP Mereka juga harus menyampaikannya secara tertulis.”

Menurut Purwono, ketidaksanggupan PLN membangun proyek pembangkit yang sudah ditetapkan, berdampak terhadap perubahan Peraturan Menteri (Permen) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.02 Tahun 2010 tentang Daftar Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, dan Gas.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama PLN Dahlan Iskan membenarkan keinginannya untuk mengurangi porsi pembangkit yang menjadi hak perseroan itu, di antaranya PLTP Ijen berkapasitas 2×55 MW dan PLTP Wilis/Ngebel 3×55 MW di Jawa Timur. Hanya saja, tegasnya, keputusan PLN mengurangi porsi pembangkit tersebut bukan disebabkan oleh ketidakmampuan perseroan membangun, tetapi berdasarkan pertimbangan keinginan yang sama dari pemerintah daerah setempat untuk memiliki proyek tersebut.

“Ketika proyek itu masuk ke daftar yang akan dibangun PLN, pemerintah daerah menyampaikan keberatannya karena mereka [pemda setempat] sebetulnya sudah terlanjur melakukan tender wilayah. Pemda dan PLN sama-sama Indonesia, makanya kami rela kalau proyek-proyek itu dimiliki oleh daerah. Pada dasarnya daerah yang lebih dulu melakukan progress,” tuturnya.

Menurut dia, direksi PLN telah mengeluarkan keputusan untuk mengembalikan proyek tersebut kepada pemda setempat sejak 10 hari yang lalu. “Kami memang sudah sepakat menyerahkannya ke daerah,” tutur Dahlan

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.