Friday, July 28, 2017

Pentingnya Transparansi Industri Migas

March 9, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Konsultan Senior Revenue Watch Institute Sefton Darby mengatakan pentingnya transparansi aliran dana industri ekstraktif, seperti industri minyak dan gas (migas), serta pertambangan.

“Perlu adanya transparansi dana dari perusahaan-perusahaan ke negara, pemerintah daerah, dan publik untuk menghindari terjadinya saling tuding,” ujar Darby saat diskusi publik Membangun Model Transparansi Migas di Tingkat Lokal, di Hotel Harris, Jakarta, Senin (8/3/2010).

Darby menceritakan, di beberapa negara yang tidak transparan yang pernah ia kunjungi, orang-orang di sejumlah negara tersebut saling menuding ke mana aliran dana datang dan pergi. “Oleh karena itu, transparansi hadir untuk menghentikan desas-desus yang mengakibatkan negara menjadi tidak stabil,” tuturnya.

Darby yang juga bekerja untuk inisiatif transparansi industri ekstraktif (EITI) internasional mengatakan, negeri yang tergantung pada minyak, gas, serta pertambangan, perlu ada perhatian lebih guna menjamin bahwa pembayaran-pembayaran oleh perusahaan migas dan tambang kepada negara atau pemerintah daerah dilaporkan secara transparan, kredibel, dan mudah dipahami.

“Tanpa transparansi, sangatlah sulit memastikan kekayaan yang dihasilkan industri ekstraktif tersebut untuk dijadikan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Transparansi ini menurutnya harus dilakukan dari pihak-pihak kecil dan dari hal yang terkecil. “Kalau pihak kecil saja tidak mau ikut (transparan), maka pihak-pihak atas seperti BP Migas, saya rasa mereka tidak akan mau transparan juga,” tutur Darby.

Proyek eksplorasi migas di Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur misalnya. Menurut Darby, proyek di kedua daerah tersebut sangatlah menarik dan menantang.

Tantangan besar di Blok Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Timur, dibandingkan dengan proyek eksplorasi lainnya, lanjut Darby, yaitu karena di Blok Cepu ini terdapat volume minyak yang cukup besar, tapi hanya dalam waktu yang singkat.

“Untuk itu, ini menjadi tantangan juga bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membelanjakan dana atau pendapatan dari minyak tersebut,” tuturnya.

Darby menceritakan, selama ini banyak negara penghasil minyak yang bangkrut dan berhutang ke bank dunia karena tidak bisa membelanjakan dana atau pendapatan dari migas tersebut dengan baik.

Karena itu, Darby menyarankan agar pemerintah daerah dan warga mampu merencanakan dengan baik penggunaan dana-dana migas tersebut guna membangun infrastruktur fisik dan sosial yang akan bertahan awet melampui minyak Cepu.

Kembali Darby mengingatkan, peran BP Migas di sini sangat penting. “Tentu saja transparansi di tingkat lokal tidak akan bisa terjadi jika tidak ada transparansi di tingkat nasional,” tegasnya.

Pada acara yang sama, Deputi Bidang Minyak dan Gas Bumi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian M. Husen mengatakan pemerintah tengah memproses peraturan presiden (Perpres) tentang transparansi pendapatan negara dan pendapatan daerah yang diperoleh dari industri ekstraktif.

“Masih dalam proses finalisasi, tinggal menunggu pengesahan atau tandatangan dari beberapa menteri terkait dan presiden,” ungkap Husen.

transparansi_migas

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.