Sunday, July 23, 2017

13 KKKS lampaui target produksi minyak

April 7, 2010 by  
Filed under BBM

Sebanyak 13 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tercatat melampaui target produksi minyak hingga kuartal I 2010 dengan realisasi produksi 761.290 barel per hari (bph) dari target 718.790 bph atau 105,9% di atas target.

Kontraktor-kontraktor tersebut adalah PT. Medco E&P Indonesia (Tarakan), VICO Indonesia, Santos (Sampang) Pty.Ltd., JOB Pertamina-Petrochin a East Java, PT Chevron Pacific Indonesia, ConocoPhillips Indonesia, Kodeco Energy Co.Ltd., Pertamina EP, Chevron Indonesia Co., Total E&P Indonesie, ExxonMobil Oil Indonesia Inc., JOB Pertamina-Petrochin a Salawati, dan PT. Medco E&P Indonesia (Lematang).

“Kami terus melakukan monitoring ketat agar kontraktor yang memenuhi bisa mempertahankan prestasinya,” kata Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Sulistya Hastuti Wahyu dalam siaran pers hari ini.

Santos tercatat memproduksi 179% dari target produksi, JOB Pertamina-Petrochina Salawati dengan pencapaian 166,8% dan Kodeco Energi dengan produksi 159,5%. Kodeco Energi tercatat sempat mencapai rekor produksi pada level 63.000 barel setara minyak pekan lalu.

Berdasarkan data BP Migas, hingga 31 Maret 2010 produksi minyak dan kondensat sebesar 954.400 bph atau 98,9% dari target APBN sebesar 965.000 bph. Adapun, penyaluran gas bumi mencapai 7.730 juta kaki kubik per hari (MMscfd) atau 99,6 % dari target APBN sebesar 7.758 MMscfd.

“Total produksi setara 2,33 juta barel setara minyak per hari atau 99.3% dari target 2,35 juta barel setara minyak,” katanya.

Padahal, pada 1 April lalu, Kepala BP Migas R. Priyono menyebutkan rata-rata produksi gas pada Maret 2010 mencapai 9.026 MMscfd. Adapun, rata-rata produksi gas pada kuartal I 2010 mencapai 8.792 MMscfd atau 13,74% lebih besar dari angka penyaluran yang dilaporkan BP Migas hari ini.

Sulistya mengatakan setidaknya terjadi 71 kali kasus kehilangan kesempatan produksi, seperti adanya penutupan tidak direncanakan (unplanned shutdown), keterlambatan proyek, maupun masalah penerima produksi (off taker).

“Potensi kehilangan produksi mencapai 20.600 bph.” Dengan kondisi ini, tuturnya, pihaknya berupaya meminimalisasi gangguan produksi dan masalah non teknis yang terjadi di lapangan. “Kalau berjalan lancar, kami optimis target produksi 965.000 bph tercapai.”

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.